KEPALA BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASJID AGUNG AT-TIN

Nama        :    Djaeni

Tempat /Tanggal lahir    :  Bandung/20 April 1957

Kantor Asal       : Kepala Pelaksana Teknis Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta

Alamat   : Kodam Jaya/Jayakarta Jln. Mayjen Sutoyo No.05 Cililitan Jakarta Timur

Alamat Rumah  : Jln. Raya Nagrak Ciangsana No. 11 Rt.04 Rw.04 Cikeas Nagrak Gunung Putri Bogor

Jabatan di Masjid Agung At-Tin   : Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Masjid Agung At-Tin

Facebook Comments

Ramadhan Bulan Jihad

Ramadhan Bulan Jihad

Oleh : Drs. H. Thobroni AG, MA

Dalam hitungan tanggal, tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki 1 Syawal 1435 H, ibadah Ramadhan Alhamdulillah dapat kita jalankan dengan segalan kesungguhan hati, secara syariah insya allah dapat kita jalankan dengan sempurna, namun apakah ibadah yang kita jalankan memberikan dalam hidup keseharian kita nantinya seusai Ramadhan, inilah yang di pesankan baginda Rasulullah SAW. Jangan sampai puasa kita tanpa pahala, hanya seukur lapar dan haus belaka.

Untuk itu mari kita merenung sejenak tentang keberadaan manusia di bumi ini yang mempunyai 2 potensi dalam kehidupan yakni buruk dan baik. Dalam al-quran surat As- Syams ayat 8-10 :

Yang artinya :Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Itulah suatu kenyataan dalam  hidup kita dibekali potensi besar yakni kefasikan atau kedurhakaan dan potensi baik atau ketakwaan.dengan potensi tersebut, maka manusia ketika sedang melakukan kedurhakaan, kezaliman, kesalahan, ketika itu hati tidak tenang, berontak, karena tidak sesuai dengan jiwanya. Hati berusaha untuk menghentikannya. Namun apadaya kadang amarah semakin menunjukan kuasanya.untuk itulah perlu adanya perjuangan yang dalam bahasa arab di sebut Jihad.

Jihad bukan sekedar perang dalam pengertian fisik, tapi dalam pengertian bathin yang kata nabi menggambarkannya dengan perang besar, ketika Rasulullah beserta para sahabat pulang dari perang badar yang dalam sejarah disebut perang sangat besar, tapi Rasulullah mengucapkan kata-kata yang tak diduga oleh para sahabat dengan sabdanya :

“Roja’na minal jihadil ashgor ilal jihadil akbar, jihadun nafsi”

“ Kita baru pulang dari perang yang kecil menuju perang yang besar yakni Jihadun Nafsi ( perang melawan hawa nafsu )”.ketika itu para sahabat menyadari betapa perang melawan hawa nafsu lebih berat ketimbang perang fisik.

Jihad merupakan perjuangan yang memerlukan kesungguhan dan merupakan bukti iman seseorang , firman Allah dalam surat Ali Imran : 142 :

Artinya : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Demikian terlihat bahwa Jihad merupakan cara yang di tetapkan Allah untuk menguji manusia.tampak pula kaitan yang sangat erat dengan kesabaran sebagai isyarat bahwa jihad adalah sesuatu yang sulit, memerlukan kesabaran serta ketabahan.

Dalam kaitan dengan kesabaran dan jihad inilah maka Ramadhan di sebut Syahru Shobri ( bulan kesabaran ).dengan berpuasa bulan Ramadhan kita berupaya semaksimal mungkin menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat rusaknya pahala puasa , sampai-sampai kalau ada orang yang menantang untuk berantem, kita katakana Inni Shoim ( aku sedang berpuasa).

Maka karena itu didikan Ramadhan hendaknya dipelihara dengan sebaik-baiknya dan berlanjut diluar Ramadhan agar kita mendapat predikat orang yang sukses :

Dengan Jihad dan kesabaran yang tinggi, maka salah satu manfaatnya kita mendapat petunjuk jalan-jalan Allah, sebagaimana dalam Al-Quran surat al-ankabut : 69 :

Artinya : dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

 

 

Facebook Comments

Marhaban Ya Ramadhan

 MARHABAN YAA RAMADHAN

Oleh: Abdul Muis Beddu, SE.I

Sebuah kalimat indah yang biasa diucapkan ketika tiba bulan suci Ramadhan yakni “Marhaban Yaa Ramadhan”  yang berarti “Selamat Datang Ramadhan”, ini mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan tidak menganggap kehadiran bulan Ramadhan mengganggu ketenangan atau suasana nyaman kita. Marhaban Yaa Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan dididik agar lebih dekat kepada Allah Swt.

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

AGENDA KEGIATAN RAMADHAN 1435 H

Agenda Ramadhan 1435 H

Agenda Ramadhan 1435 H

Selain kegiatan diatas, Masjid Agung At-Tin juga bekerjasama dengan Harian Republika dalam acara Republika Ramadhan Fair (RRF) 2014 Tanggal 27 Juni – 25 Juli 2014.

Kegiatan RRF ini dimeriahkan dengan berbagai acara yaitu Ramadhan Great Sale (stand bazar buku murah, pakaian muslim dan lain-lain), Lomba Mewarnai Gambar tingkat SD, Lomba Foto Selfie, Ngobrol Komunitas Asosiasi Honda Jakarta, AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club), Casting Film Seven Secrets dan lain sebagainya.

 

Facebook Comments

AMANAH

AMANAH

Oleh: Taum Puli AS.

Khutbah Jum’at, 13 Juni 2014

Amanah adalah istilah yang belakangan ini menjadi sangat populer karena selalu diucapkan oleh semua kalangan kelas sosial. Amanah diucapkankan yang kaya maupun yang miskin, yang yang di kota maupun yang di desa, yang memerintah maupun yang diperintah. Istilah yang sering dikorelasikan dengan kekuasaan dan materi. Itu sebabnya kita sering mendengar, “Si A tidak amanah?” Karena ia sedang berkuasa. Begitu juga, “Si B tidak amanah?” Karena ia mereduksi fungsi harta sehingga bermanfaat  hanya untuk diri dan keluarganya saja.

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

MEMAAFKAN ITU MENENTERAMKAN

Memberi maaf, sebenarnya tidak sulit, walaupun tidak bisa dikatakan mudah. Tidak sulit jika masalah yang terjadi hanyalah kasus-kasus yang ringan atau sepele. Begitu juga andaikan yang akan dimaafkan adalah orang tersayang, buah hati, anak dan keturunan. Dalam kasus seperti ini, memaafkan itu dapat dikatakan gampang. Namun bagaimana jika yang terjadi adalah kasus ‘berat’? Atau mereka yang akan dimaafkan tidak ada hubungan khusus dengan kita? Atau, mudahkah memaafkan mereka yang telah berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama? Untuk semua pertanyaan itu, jawaban yang muncul biasanya adalah, memaafkan itu berat.

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

MENSYUKURI NIKMAT MENJADI UMMAT NABI MUHAMMAD SAW

INTISARI KHUTBAH JUM’AT 10 Januari 2014

 Masjid Agung Attin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta

Disampaikan Oleh Ustadz H. Abdul Rahman Bustomi, M.Pd.I.

 

MENSYUKURI NIKMAT MENJADI UMMAT NABI MUHAMMAD SAW

 

Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah SWT.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan kami ummat Nabi yang Engkau Kasihi Muhammad SAW. Kenikmatan yang tiada tara yang telah Engkau berikan kepada kami yang tak mungkin kami mampu menghitungnya.

Shalawat serta salam semoga tercurah pada baginda Rasulullah, juga untuk sahabat, dan keluarga serta pengikutnya hingga akhir jaman.

Jama’ah jum’ah yang dirahmati Allah.

Dalam sebuah dialog  antara Rasulullah SAW dengan sahabatnya,  salah seorang sahabat bertanya “Wahai Rasul  “Apa sesungguhnya yang melatarbelakangi kerasulan Engkau ?” Rasulullah menjawab; Sesungguhnya aku di sisi Allah SWT sudah tertulis sebagai penutup para Nabi  sementara Adam masih dalam proses pembentukan tanah, dan aku akan berikan kabar kepada mu sekalian tentang sesuatu yang lebih awal dari itu : (dari Irbad bin Syariyah)

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

Ketika Kita Berusia Lebih Dari 40 Tahun

KETIKA KITA BERUSIA LEBIH DARI 40 TH

Allah SWT menyebut secara khusus usia  40 th dalam Al-Quran, hal ini menunjukkan adanya pesan penting yang harus kita perhatikan.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,ibunya mengandungnya dengan susah payah,dan melahirkannya dengan susah payah (pula).Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ”Ya Tuhanku,tunjukilah aku mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai;berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi  kebaikan ) kepada anak cucuku. Sesungguhnya  aku bertaubat  kepada  Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqof: 15 )

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

Antara Hati, Kebajikan dan Dosa

 Khutbah Jum’at, Masjid Agung At-Tin 9 Mei 2014

Oleh : Teguh Wibowo

 عن النواس بن سمعان رضي الله عنه ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( البر حسن الخلق والإثم ما حاك في نفسك وكرهت أن يطلع عليه الناس ). رواه مسلم [ رقم : 2553 ]. وعن وابصه بن معبد رضي الله عنه ، قال : أتيت رسول الله صلي الله عليه وسلم ، فقال : ( جئت تسأل عن البر ؟ ) قلت : نعم ؛ فقال : ( استفت قلبك ؛ البر ما اطمأنت إليه النفس واطمأن إليه القلب ، والإثم ما حاك في النفس وتردد في الصدر ، وإن أفتاك الناس وأفتوك ). حديث حسن ، رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل [ 4/ 227] ، والدارمي  بإسناد حسن .

[2/ 246]

 Artinya :

Dari Nawwas bin Sam’an RA dari Nabi SAW, Beliau SAW bersabda : ’’Kebajikan itu akhlaq yang terpuji, sedangkan dosa itu apa-apa yang membuat gundah di dalam jiwamu dan engkau membenci jika hal itu diketahui manusia.’’ HR Imam Muslim.

Lanjutkan membaca

Facebook Comments

Moralitas Pemimpin

Oleh : DR.H.M. Rusli Amin, MA

Khutbah Jumat 02 Mei 2014, Masjid Agung At-Tin

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, alladziy ja’ala khaliifatan fil ardhi, kama qaalallahu ta’aala fil Quraanil kariim : Bismillahirrahmanirrahim. Wa idz qaala Rabbuka lil malaaikati inniy jaa’ilun fil ardhi khaliifah. Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammad. Ammaa ba’du.

Pertama-tama, saya mengajak kita semua agar senantiasa memuji Allah Swt dan bersyukur atas segala nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepada kita semua, dan salah satu dari nikmat-nikmat tersebut adalah bahwa Dia telah menjadikan  manusia sebagai khalifah di muka bumi. Selanjutnya, marilah kita selalu menyampaikan shalawat serta salam kepada Nabi dan Rasul Allah yang paling mulia, Nabi Muhammad Saw.

Lanjutkan membaca

Facebook Comments